Mengirim barang elektronik seperti HP, laptop, kamera, televisi, komputer, atau perangkat elektronik lainnya membutuhkan perhatian lebih dibandingkan mengirim barang biasa. Selain memiliki komponen yang sensitif terhadap benturan, beberapa perangkat juga menggunakan baterai yang memiliki aturan khusus dalam proses pengirimannya.
Kesalahan kecil saat packing maupun memilih layanan pengiriman dapat meningkatkan risiko barang mengalami kerusakan selama perjalanan. Karena itu, memahami kesalahan dalam pengiriman barang elektronik menjadi langkah penting, terutama bagi seller dan pemilik bisnis online yang rutin mengirim produk kepada pelanggan.
Lantas, apa saja kesalahan yang sering terjadi? Simak selengkapnya berikut ini.
1. Menggunakan Packing yang Terlalu Tipis
Salah satu kesalahan paling umum adalah menganggap kardus saja sudah cukup untuk melindungi barang elektronik.
Padahal, barang elektronik memiliki komponen yang dapat sensitif terhadap benturan, tekanan, maupun guncangan. Jika ruang kosong di dalam kardus terlalu banyak, barang juga dapat bergerak selama proses handling dan meningkatkan risiko kerusakan.
Karena itu, gunakan kemasan luar yang kokoh dan material pelindung yang sesuai. Ruang kosong di dalam paket sebaiknya diisi agar barang tidak mudah bergeser.
Panduan FedEx mengenai pengemasan baterai juga menekankan pentingnya mengamankan isi paket dan mengisi ruang kosong untuk mencegah pergerakan selama perjalanan.
2. Tidak Memberikan Perlindungan Tambahan pada Barang
Barang elektronik sebaiknya tidak langsung ditempatkan begitu saja di dalam kardus.
Pengirim perlu mempertimbangkan perlindungan tambahan seperti bubble wrap, foam, atau material cushioning lainnya sesuai karakteristik barang. Tujuannya adalah membantu mengurangi dampak ketika paket mengalami guncangan atau benturan.
Untuk perangkat dengan layar seperti monitor, televisi, atau laptop, perlindungan pada bagian yang rentan juga perlu mendapat perhatian khusus.
Semakin tinggi nilai dan tingkat sensitivitas barang, semakin penting pula memastikan bagian dalam kemasan benar-benar stabil.
3. Membiarkan Barang Bergerak di Dalam Kardus
Kardus besar bukan berarti lebih aman.
Jika ukuran kardus jauh lebih besar daripada barang dan tidak ada material pengisi, produk dapat bergerak bebas selama proses pengiriman barang elektronik. Pergerakan berulang dapat meningkatkan kemungkinan benturan antara produk dengan dinding kemasan.
Karena itu, setelah memasukkan barang ke dalam kardus, coba periksa kembali apakah produk masih dapat bergerak dengan mudah.
Prinsipnya sederhana: barang harus tetap stabil di dalam kemasan.
FedEx juga merekomendasikan agar perangkat dan baterai dikemas dengan aman serta ruang kosong diisi untuk mencegah pergeseran selama transit.
4. Mengabaikan Kondisi Baterai
Ini menjadi poin yang sering terlewat ketika melakukan pengiriman barang elektronik.
HP, laptop, kamera, tablet, dan berbagai perangkat lainnya dapat menggunakan baterai lithium. Baterai jenis ini memiliki karakteristik khusus dan dapat menimbulkan risiko apabila mengalami kerusakan, korsleting, atau penanganan yang tidak tepat.
UPS menjelaskan bahwa baterai dapat dikategorikan sebagai dangerous goods karena berpotensi menimbulkan korsleting, kebakaran, bahkan pelepasan gas berbahaya jika rusak atau tidak ditangani dengan benar.
Artinya, jangan hanya memperhatikan perangkatnya. Baterai yang ada di dalam perangkat juga harus diperhatikan.
5. Tidak Memeriksa Aturan Pengiriman Baterai
Kesalahan berikutnya adalah menganggap semua barang elektronik dapat dikirim dengan prosedur yang sama.
Padahal, ketentuan dapat berbeda tergantung jenis baterai, kondisi baterai, metode transportasi, dan layanan yang digunakan.
FedEx Indonesia menjelaskan bahwa baterai lithium memiliki aturan khusus karena dapat menimbulkan risiko kebakaran jika tidak ditangani dengan benar. Panduannya mengacu pada ketentuan Dangerous Goods dan regulasi IATA yang berlaku.
Sementara itu, UPS juga menyebutkan bahwa barang yang termasuk kategori terbatas atau berbahaya dapat memerlukan persyaratan khusus dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Jadi, sebelum pengiriman barang elektronik yang menggunakan baterai, pastikan terlebih dahulu aturan ekspedisi yang akan digunakan.
6. Tidak Memastikan Perangkat dalam Kondisi Aman
pengiriman barang elektronik yang menggunakan baterai sebaiknya tidak dibiarkan menyala selama perjalanan.
Perangkat yang tidak sengaja aktif dapat menghasilkan panas atau mengonsumsi daya selama berada di dalam kemasan. Karena itu, perangkat perlu diamankan agar tidak mudah aktif akibat tekanan atau pergerakan selama transit.
UPS, misalnya, menyarankan agar perangkat dengan baterai terpasang tidak dapat menyala secara tidak sengaja selama transportasi.
Hal sederhana seperti memastikan perangkat sudah dimatikan sebelum packing bisa menjadi bagian penting dari proses pengiriman.
7. Tidak Memberikan Label atau Informasi yang Diperlukan
Informasi pada paket juga tidak boleh dianggap sepele.
Untuk barang tertentu, terutama yang memiliki baterai atau masuk kategori barang dengan penanganan khusus, diperlukan marking, labeling, maupun dokumentasi tertentu sesuai aturan yang berlaku.
UPS menjelaskan bahwa pengiriman dangerous goods harus dipersiapkan dengan benar, termasuk dari sisi marking, packaging, labeling, dan documentation.
Karena itu, jangan hanya fokus pada bagaimana barang dibungkus. Pastikan juga informasi pengiriman yang diperlukan sudah sesuai dengan ketentuan layanan yang digunakan.
8. Memilih Layanan Pengiriman Tanpa Memperhatikan Karakteristik Barang
Tidak semua barang elektronik memiliki kebutuhan pengiriman yang sama.
Mengirim flashdisk tentu berbeda dengan mengirim televisi berukuran besar. Begitu juga laptop dengan baterai lithium memiliki pertimbangan berbeda dibandingkan perangkat elektronik tanpa baterai.
Sebelum memilih layanan, perhatikan beberapa hal seperti:
- Jenis dan ukuran barang.
- Berat dan dimensi paket.
- Ada atau tidaknya baterai.
- Nilai barang.
- Jarak pengiriman.
- Ketentuan ekspedisi.
- Kebutuhan layanan tambahan.
Pemilihan layanan yang sesuai dapat membantu proses pengiriman berjalan lebih aman dan efisien.
9. Menganggap Asuransi Menggantikan Packing yang Baik
Asuransi memang dapat menjadi pertimbangan ketika pengiriman barang elektronik dengan nilai tinggi. Namun, keberadaan asuransi bukan alasan untuk mengabaikan proses packing.
Packing yang baik tetap menjadi langkah pertama untuk mengurangi risiko kerusakan.
Selain itu, ketentuan klaim dapat berbeda-beda berdasarkan layanan dan penyedia jasa. Karena itu, seller sebaiknya memahami syarat, prosedur, serta dokumen yang diperlukan sebelum mengirim barang bernilai tinggi.

Cara Menghindari Kesalahan Saat Pengiriman Barang Elektronik
Agar proses pengiriman barang elektronik lebih aman, lakukan checklist sederhana sebelum paket diserahkan kepada ekspedisi:
1. Pastikan perangkat sudah dimatikan.
2. Lindungi bagian yang rentan terhadap benturan.
3. Gunakan material cushioning yang memadai.
4. Pastikan barang tidak bergerak bebas di dalam kardus.
5. Gunakan kemasan luar yang kuat.
6. Periksa kondisi baterai jika perangkat menggunakannya.
7. Cek aturan ekspedisi terkait baterai dan barang elektronik.
8. Pastikan label dan dokumen yang diperlukan sudah sesuai.
9. Pertimbangkan perlindungan tambahan untuk barang bernilai tinggi.
Dengan checklist tersebut, seller dapat mengurangi kesalahan yang sebenarnya bisa dicegah sejak awal pada pengiriman barang elektronik.
Kesimpulan
Pengiriman barang elektronik membutuhkan persiapan yang lebih cermat karena produk tidak hanya rentan terhadap benturan, tetapi beberapa perangkat juga menggunakan baterai yang memiliki ketentuan pengiriman tersendiri.
Kesalahan seperti packing terlalu tipis, membiarkan barang bergerak di dalam kardus, mengabaikan kondisi baterai, hingga tidak memeriksa aturan ekspedisi dapat meningkatkan risiko selama proses pengiriman.
Jadi, sebelum paket elektronik berangkat, jangan hanya bertanya “Sudah dikirim?” tetapi pastikan juga “Sudah dipacking dan dipersiapkan dengan benar?”
Karena dalam pengiriman barang elektronik, mencegah kerusakan selalu lebih baik daripada mengurus masalah setelah paket tiba.
Baca Juga : WAJIB PAKAI ASURANSI PENGIRIMAN





