Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, lonjakan permintaan barang terjadi secara signifikan di berbagai sektor. Momentum ini bukan hanya peluang emas bagi pelaku usaha, tetapi juga tantangan besar dalam manajemen stok dan distribusi. Tanpa strategi penyimpanan yang tepat, bisnis berisiko mengalami keterlambatan pengiriman, kehabisan stok, hingga menghadapi Resiko gudang tutup akibat overload operasional atau kendala logistik.
Artikel ini membahas produk paling laris menjelang Imlek sekaligus strategi penyimpanan gudang yang efektif agar bisnis tetap aman, stabil, dan profit maksimal.
Produk Paling Laris Menjelang Imlek
1. Hampers dan Parcel Imlek
Tradisi memberi hadiah saat Imlek membuat hampers menjadi produk unggulan. Isi parcel biasanya berupa kue kering, teh premium, buah kaleng, sirup, hingga snack impor. Kemasan bernuansa merah dan emas menjadi daya tarik utama karena melambangkan keberuntungan dan kemakmuran.
Lonjakan permintaan hampers biasanya terjadi 2–3 minggu sebelum hari H. Tanpa perencanaan stok yang matang, bisnis bisa mengalami penumpukan barang atau justru kekurangan suplai.
2. Kue Kering dan Snack Premium
Produk seperti nastar, kastengel, kue lapis legit, hingga camilan khas Tiongkok meningkat drastis penjualannya. Selain untuk konsumsi keluarga, produk ini juga menjadi bagian dari sajian tamu saat perayaan.
Karena termasuk kategori makanan, penyimpanan membutuhkan kontrol suhu dan kelembapan yang stabil. Kesalahan penyimpanan bisa menyebabkan kerusakan produk dan meningkatkan Resiko gudang tutup sementara akibat inspeksi atau komplain konsumen.
3. Dekorasi Imlek
Lampion merah, angpao, ornamen shio, hingga hiasan dinding bertema keberuntungan selalu laris di pasaran. Produk dekorasi memiliki karakteristik musiman, sehingga strategi manajemen stok harus presisi. Overstock akan menyebabkan penumpukan barang pasca perayaan.
4. Pakaian Bernuansa Merah
Busana cheongsam, dress merah, batik dengan aksen emas, hingga pakaian anak bertema Imlek mengalami peningkatan penjualan signifikan. Fashion termasuk kategori fast moving seasonal product, sehingga manajemen rotasi stok sangat krusial.
5. Buah dan Produk Konsumsi Premium
Jeruk mandarin, apel fuji, pir, serta minuman premium sering dibeli dalam jumlah besar. Produk ini memiliki masa simpan terbatas sehingga perlu sistem distribusi cepat dan penyimpanan terkontrol.
Strategi Penyimpanan Gudang yang Efektif
Lonjakan volume menjelang Imlek menuntut strategi penyimpanan yang lebih disiplin. Tanpa pengelolaan matang, operasional gudang bisa kacau dan meningkatkan Resiko gudang tutup karena overload, keterlambatan, atau kendala tenaga kerja.
Berikut strategi yang bisa diterapkan:
1. Forecasting Permintaan Secara Akurat
Gunakan data penjualan tahun sebelumnya sebagai acuan. Menurut data dari Badan Pusat Statistik, konsumsi rumah tangga meningkat signifikan pada periode hari besar keagamaan, termasuk Imlek. Analisis tren ini membantu bisnis mempersiapkan kapasitas gudang secara realistis.
Forecasting yang akurat menghindari dua risiko besar: kekurangan stok atau overcapacity yang bisa memicu Resiko gudang tutup sementara akibat sistem yang tidak mampu menangani volume menjelang Imlek.
2. Pisahkan Zona Penyimpanan Berdasarkan Kategori
Barang makanan, dekorasi, dan fashion sebaiknya dipisahkan. Terapkan sistem:
- FIFO (First In First Out) untuk makanan
- FEFO (First Expired First Out) untuk produk dengan tanggal kedaluwarsa
- Dedicated seasonal zone untuk produk dekorasi
Strategi zonasi mempercepat picking process dan meminimalisir kesalahan kirim menjelang Imlek.
3. Gunakan Sistem Warehouse Management System (WMS)
Digitalisasi gudang membantu pelacakan stok real-time. Dengan WMS, bisnis dapat memantau arus keluar-masuk barang serta memprediksi kepadatan kapasitas.
Menurut laporan dari PwC, digitalisasi rantai pasok meningkatkan efisiensi operasional hingga 30%. Implementasi sistem ini mampu menekan Resiko gudang tutup akibat human error atau miskomunikasi data.
4. Siapkan Buffer Stock & Safety Capacity
Saat menjelang puncak penjualan, selalu siapkan buffer stock sekitar 10–20% dari estimasi permintaan. Selain itu, pastikan kapasitas gudang memiliki ruang cadangan agar tidak terjadi overcapacity mendadak.
Kapasitas yang terlalu penuh berisiko menyebabkan gangguan operasional, bahkan penghentian sementara aktivitas gudang menjelang Imlek.
5. Optimalkan Mitra Logistik
Jangan hanya bergantung pada satu jalur distribusi. Diversifikasi mitra logistik membantu menghindari keterlambatan pengiriman saat arus barang meningkat tajam.
Berdasarkan laporan dari McKinsey & Company, fleksibilitas rantai pasok menjadi faktor kunci ketahanan bisnis saat peak season.
Menghindari Resiko Gudang Tutup Saat Peak Season
Peak season seperti Imlek sering memicu gangguan operasional karena:
- Overload barang
- Kekurangan tenaga kerja
- Sistem manual yang tidak efisien
- Keterlambatan distribusi

Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dapat meningkatkan Resiko gudang tutup, baik sementara maupun permanen. Penutupan gudang di tengah momentum penjualan tentu berdampak besar terhadap reputasi dan cash flow bisnis.
Solusinya adalah perencanaan sejak awal kuartal, audit kapasitas gudang, serta penggunaan sistem monitoring berbasis data.
Kesimpulan
Momentum Imlek adalah peluang besar bagi pelaku usaha. Produk seperti hampers, kue kering, dekorasi, pakaian merah, dan buah premium menjadi kategori paling laris. Namun, tanpa strategi penyimpanan yang tepat, bisnis berpotensi menghadapi Resiko gudang tutup akibat overload dan gangguan operasional.
Dengan forecasting akurat, sistem WMS, zonasi gudang, buffer stock, serta diversifikasi logistik, bisnis dapat menjaga stabilitas operasional sekaligus memaksimalkan profit selama peak season.
Persiapan matang bukan hanya soal stok melimpah, tetapi juga tentang bagaimana mengelola gudang secara smart, agile, dan sustainable.
Baca Juga : Kunci Pengiriman Lancar





