Pengiriman barang cair sering dianggap sebagai salah satu jenis pengiriman paling berisiko. Mulai dari tumpah di perjalanan, bocor karena tekanan, hingga merusak paket lain di dalam kendaraan ekspedisi. Jika tidak dikemas dengan benar, pengiriman barang cair bisa berujung komplain pelanggan, klaim kerusakan, bahkan penolakan dari pihak jasa pengiriman.
Padahal, dengan teknik packing yang tepat, risiko tersebut bisa ditekan secara signifikan. Artikel ini akan membahas panduan lengkap packing barang cair agar aman, rapi, dan sesuai standar pengiriman.
Kenapa Pengiriman Barang Cair Perlu Perlakuan Khusus?
Barang cair memiliki karakteristik yang berbeda dibanding barang padat. Cairan bisa bergerak, berubah tekanan saat suhu berubah, dan mudah merembes melalui celah kecil. Dalam proses distribusi, paket akan mengalami guncangan, tekanan bertumpuk, dan perpindahan suhu ekstrem.
Jika kemasan tidak kuat, kebocoran kecil saja bisa merusak label, membuat paket ditolak, atau mencemari barang lain. Oleh karena itu, pengiriman barang cair wajib menggunakan sistem pengamanan berlapis.
1. Gunakan Wadah Utama yang Tepat
Langkah pertama adalah memilih wadah primer yang sesuai. Gunakan botol atau jerigen yang memang dirancang untuk cairan, bukan wadah tipis atau bekas.
Tips penting:
- Pilih botol berbahan HDPE atau PET tebal
- Pastikan tutup ulir rapat dan tidak aus
- Hindari wadah kaca jika memungkinkan, karena rawan pecah
- Sisakan ruang udara sekitar 5–10% untuk mengantisipasi pemuaian cairan
Wadah utama yang baik adalah fondasi utama dalam pengiriman barang cair.
2. Segel Tutup dengan Ekstra Pengaman
Kesalahan umum dalam pengiriman barang cair adalah hanya mengandalkan tutup botol. Padahal, tekanan selama pengiriman bisa membuat tutup berputar sedikit dan menyebabkan bocor.
Solusi yang direkomendasikan:
- Lapisi mulut botol dengan plastic wrap
- Tambahkan lakban kuat di area tutup
- Gunakan seal khusus atau shrink wrap jika tersedia
Teknik ini membantu mengunci tutup agar tidak mudah terbuka saat terguncang.
3. Bungkus dengan Lapisan Penyerap
Setelah wadah utama aman, bungkus botol menggunakan material penyerap cairan. Ini berfungsi sebagai “lapisan penyelamat” jika terjadi kebocoran kecil.
Material yang bisa digunakan:
- Bubble wrap tebal
- Kertas tisu industri
- Kain atau handuk tipis
- Absorbent pad khusus pengiriman cairan
Untuk pengiriman barang cair jarak jauh, disarankan menggunakan double wrap agar lebih aman.
4. Gunakan Plastik Kedap Air (Secondary Packaging)
Masukkan botol yang sudah dibungkus ke dalam plastik kedap air seperti polybag tebal atau plastik ziplock ukuran besar. Pastikan plastik ditutup rapat dan tidak berlubang.
Fungsi lapisan ini:
- Menahan cairan jika bocor
- Melindungi kardus dari basah
- Mengurangi risiko paket ditolak ekspedisi
Dalam standar logistik internasional, lapisan ini dikenal sebagai secondary containment dan sangat dianjurkan.
5. Pilih Kardus yang Kokoh dan Ukuran Pas
Gunakan kardus bergelombang (corrugated box) dengan ketebalan yang sesuai berat barang. Jangan gunakan kardus bekas yang sudah lembek atau rusak.
Perhatikan:
- Ukuran kardus tidak terlalu besar agar botol tidak bergerak
- Isi ruang kosong dengan filler (kertas, bubble wrap, foam)
- Pastikan barang tidak bergeser saat kardus digoyang
Stabilitas posisi sangat krusial dalam pengiriman barang cair.
6. Beri Label Khusus dan Informasi yang Jelas
Label membantu kurir dan pihak gudang menangani paket dengan lebih hati-hati. Gunakan stiker atau tulisan jelas seperti:
- “CAIRAN”
- “MUDAH TUMPAH”
- “THIS SIDE UP”
Meski tidak menjamin 100% aman, label ini dapat mengurangi risiko perlakuan kasar saat proses sortir.
7. Pahami Aturan Ekspedisi
Setiap jasa pengiriman memiliki kebijakan berbeda terkait pengiriman barang cair. Ada yang membatasi jenis cairan, volume maksimal, atau mewajibkan packing tertentu.
Sebelum mengirim:
- Cek syarat barang cair di website ekspedisi
- Pastikan cairan bukan kategori berbahaya
- Gunakan layanan asuransi jika nilai barang tinggi
Kepatuhan terhadap aturan ini penting agar pengiriman barang cair tidak tertahan atau ditolak.

Kesimpulan
Pengiriman barang cair memang membutuhkan perhatian ekstra, tetapi bukan hal yang mustahil. Dengan sistem packing berlapis mulai dari wadah utama yang kuat, segel rapat, lapisan penyerap, plastik kedap air, hingga kardus kokoh risiko kebocoran bisa ditekan secara signifikan.
Bagi pelaku usaha online, menerapkan standar packing yang benar bukan hanya soal keamanan, tetapi juga membangun kepercayaan pelanggan dan menjaga reputasi bisnis.
Baca Artikel Lainnya Disini! : Beware! Kesalahan Pengelolaan Pengiriman





