Lonjakan order adalah situasi yang diimpikan sekaligus ditakuti oleh banyak bisnis online. Di satu sisi, peningkatan pesanan menandakan pertumbuhan bisnis. Namun di sisi lain, tanpa operasional pengiriman yang siap, lonjakan order justru bisa memicu keterlambatan, komplain pelanggan, hingga penurunan reputasi brand.
Banyak seller mengalami masalah ketika order meningkat drastis saat promo besar, campaign marketplace, atau momen musiman seperti Harbolnas dan akhir tahun. Penyebab utamanya bukan kurangnya permintaan, melainkan operasional yang belum terstruktur dengan baik. Artikel ini akan membahas bagaimana membangun operasional yang solid, efisien, dan siap menghadapi lonjakan order tanpa mengorbankan kualitas layanan.
Mengapa Operasional Pengiriman Menjadi Penentu Saat Lonjakan Order
Operasional pengiriman adalah rangkaian proses yang mencakup persiapan pesanan, pengemasan, pemilihan ekspedisi, hingga paket diterima pelanggan. Saat volume order normal, kekurangan sistem sering tidak terasa. Namun saat order melonjak, celah kecil dalam operasional bisa berdampak besar.
Menurut PwC, 32% pelanggan berhenti menggunakan sebuah brand setelah satu pengalaman buruk, dan pengiriman menjadi salah satu faktor utama.
Artinya, operasional yang tidak siap dapat mengubah momentum pertumbuhan menjadi sumber masalah.

Tantangan Operasional Pengiriman Saat Order Meningkat
Beberapa tantangan umum yang sering muncul dalam operasional pengiriman saat lonjakan order antara lain:
- Proses packing menjadi bottleneck
- Keterlambatan input resi
- Salah pilih ekspedisi
- Sulit memantau status pengiriman
- Meningkatnya komplain pelanggan
Tanpa perencanaan yang matang, tim operasional akan bekerja secara reaktif dan kelelahan, sementara kualitas layanan menurun.
Fondasi Operasional Pengiriman yang Siap Scale
1. Standarisasi Proses Pengiriman
Langkah pertama membangun operasional pengiriman yang siap menghadapi lonjakan order adalah standarisasi proses. Setiap tahapan harus memiliki alur kerja yang jelas dan terdokumentasi.
Standarisasi meliputi:
- Proses picking dan packing
- Format label dan resi
- Alur serah terima ke ekspedisi
- SOP penanganan kendala pengiriman
Dengan standar yang jelas, tim dapat bekerja lebih cepat dan konsisten meskipun volume pesanan meningkat.
2. Gunakan Sistem Operasional Pengiriman Terintegrasi
Mengelola pengiriman secara manual sangat berisiko saat order melonjak. Sistem operasional berbasis teknologi memungkinkan seller mengelola banyak pesanan dalam satu dashboard.
Manfaat sistem terintegrasi:
- Cetak resi otomatis
- Sinkronisasi pesanan
- Monitoring status pengiriman real-time
- Mengurangi human error
Menurut McKinsey, otomatisasi proses operasional dapat meningkatkan efisiensi hingga 30%.
3. Terapkan Multi Ekspedisi dalam Operasional Pengiriman
Mengandalkan satu ekspedisi saat lonjakan order adalah risiko besar. Ketika volume meningkat, satu kurir bisa mengalami overload.
Dengan multi ekspedisi, operasional pengiriman menjadi lebih fleksibel karena:
- Beban pengiriman bisa dibagi
- Risiko keterlambatan berkurang
- Jangkauan wilayah lebih optimal
Menurut MetaPack, 96% konsumen menganggap fleksibilitas pengiriman sebagai bagian penting dari pengalaman belanja.
Peran Data dalam Mengelola Operasional Pengiriman
Operasional pengiriman yang siap menghadapi lonjakan order harus berbasis data, bukan asumsi. Data membantu seller mengambil keputusan cepat dan tepat.
Data yang perlu dipantau antara lain:
- Rata-rata waktu pengiriman
- Tingkat keterlambatan per ekspedisi
- Volume pengiriman harian
- Area dengan kendala pengiriman tertinggi
Menurut Statista, bisnis yang memanfaatkan data dalam operasional memiliki performa yang lebih stabil dan kompetitif.
Dengan data ini, operasional dapat terus disempurnakan.
Mengelola Tim Tanpa Menambah Beban Berlebih
Lonjakan order sering diikuti dengan tekanan pada tim operasional. Namun, menambah tim bukan selalu solusi terbaik. Operasional yang efisien justru fokus pada optimalisasi sistem.
Beberapa strategi yang bisa diterapkan:
- Pembagian tugas yang jelas
- Otomatisasi pekerjaan repetitif
- Penggunaan dashboard monitoring
Dengan sistem yang tepat, satu tim dapat menangani volume order lebih besar tanpa penurunan performa.
Monitoring sebagai Bagian dari Operasional Pengiriman
Monitoring pengiriman adalah bagian penting dari operasional yang siap scale. Seller perlu memantau status paket sejak dikirim hingga diterima pelanggan.
Manfaat monitoring pengiriman:
- Deteksi keterlambatan lebih awal
- Komunikasi proaktif dengan pelanggan
- Mengurangi komplain
Menurut Zendesk, transparansi status pengiriman dapat menurunkan volume tiket customer service secara signifikan.
Monitoring membantu operasional tetap terkendali meskipun order meningkat.
Menjaga Kepuasan Pelanggan Saat Lonjakan Order
Operasional pengiriman yang baik bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga komunikasi. Saat terjadi lonjakan order, pelanggan cenderung lebih toleran jika mendapatkan informasi yang jelas.
Beberapa langkah penting:
- Berikan estimasi pengiriman realistis
- Update status pengiriman secara berkala
- Sampaikan informasi jika terjadi kendala
Menurut Harvard Business Review, pengalaman pelanggan yang baik berkontribusi langsung pada loyalitas dan repeat order.
Checklist Operasional Pengiriman Siap Lonjakan Order
Berikut checklist operasional pengiriman yang dapat diterapkan bisnis online:
- SOP pengiriman yang terdokumentasi
- Sistem pengiriman terintegrasi
- Multi ekspedisi aktif
- Monitoring pengiriman real-time
- Data performa pengiriman
- Komunikasi pelanggan yang jelas
Checklist ini membantu memastikan operasional tetap stabil saat volume pesanan meningkat.
Operasional Pengiriman sebagai Investasi Jangka Panjang
Banyak bisnis melihat operasional pengiriman hanya sebagai biaya. Padahal, operasional yang solid adalah investasi jangka panjang yang berdampak pada:
- Efisiensi operasional
- Kepuasan pelanggan
- Loyalitas brand
- Kesiapan scale up
Bisnis yang membangun operasional dengan benar sejak awal akan lebih siap menghadapi pertumbuhan tanpa kekacauan.
Kesimpulan
Operasional pengiriman yang siap menghadapi lonjakan order adalah kunci keberhasilan bisnis online yang ingin tumbuh berkelanjutan. Dengan standarisasi proses, pemanfaatan teknologi, multi ekspedisi, monitoring real-time, serta pendekatan berbasis data, bisnis dapat menangani peningkatan order tanpa menurunkan kualitas layanan.
Lonjakan order seharusnya menjadi peluang, bukan sumber masalah. Dengan operasional pengiriman yang kuat dan terstruktur, bisnis online dapat menjaga kepuasan pelanggan sekaligus mempercepat pertumbuhan di tengah persaingan digital yang semakin ketat.





