Ongkos kirim merupakan salah satu faktor penting dalam bisnis e-commerce yang dapat mempengaruhi profitabilitas dan kepuasan pelanggan. Biaya pengiriman yang tinggi dapat mengurangi daya saing bisnis, sementara pengurangan biaya yang berlebihan bisa berdampak pada kualitas layanan. Oleh karena itu, strategi yang tepat diperlukan untuk menekan biaya tanpa mengorbankan kepuasan pelanggan.
1. Mengapa Ongkos Kirim Menjadi Tantangan bagi Bisnis Online?
Biaya pengiriman sering kali menjadi hambatan utama dalam transaksi online, baik bagi penjual maupun pelanggan. Beberapa alasan utama mengapa ongkos kirim bisa tinggi antara lain:
- Jarak pengiriman yang jauh – Semakin jauh lokasi pengiriman, semakin mahal biaya ekspedisi.
- Berat dan dimensi paket – Barang yang berat atau berukuran besar membutuhkan biaya tambahan.
- Jenis layanan pengiriman – Layanan express atau same-day delivery cenderung lebih mahal.
- Biaya tambahan dari ekspedisi – Beberapa ekspedisi mengenakan biaya tambahan untuk wilayah tertentu atau layanan khusus.
Mengatasi tantangan ini membutuhkan strategi yang cerdas agar biaya pengiriman tetap rendah tanpa mengurangi kualitas layanan.
2. Strategi Mengurangi Ongkos Kirim Secara Efektif
a. Memanfaatkan Diskon dan Kemitraan dengan Ekspedisi
Banyak jasa ekspedisi menawarkan diskon untuk pengiriman dalam jumlah besar atau pelanggan bisnis yang sering menggunakan layanan mereka. Penjual dapat menjalin kerja sama dengan ekspedisi untuk mendapatkan harga yang lebih kompetitif.
Selain itu, beberapa marketplace juga menawarkan subsidi ongkir bagi penjual yang memenuhi syarat tertentu, sehingga dapat mengurangi beban biaya pengiriman.
b. Menggunakan Sistem Fulfillment Service
Layanan fulfillment membantu mengurangi biaya pengiriman dengan menyimpan stok di gudang yang strategis dan lebih dekat dengan pelanggan. Dengan cara ini, biaya kirim bisa lebih murah karena jarak pengiriman menjadi lebih pendek.
Penyedia fulfillment seperti SiCepat Fulfillment, Shipper, atau Lazada Fulfillment memiliki jaringan distribusi yang dapat mengoptimalkan biaya logistik.
c. Mengoptimalkan Kemasan untuk Mengurangi Dimensi dan Berat Paket
Penggunaan kemasan yang terlalu besar atau berat dapat meningkatkan ongkos kirim. Beberapa cara untuk mengoptimalkan kemasan meliputi:
- Menggunakan bahan kemasan ringan tetapi tetap aman.
- Menyesuaikan ukuran kotak dengan produk agar tidak terlalu besar.
- Menghindari ruang kosong di dalam paket untuk mengurangi volume pengiriman.
Dengan strategi ini, penjual dapat menghemat biaya tanpa mengurangi perlindungan produk selama pengiriman.
d. Menawarkan Opsi Pengiriman Hemat kepada Pelanggan
Selain layanan express, penjual dapat menyediakan opsi pengiriman reguler yang lebih terjangkau. Pelanggan yang tidak membutuhkan barang dalam waktu cepat bisa memilih pengiriman yang lebih murah, sehingga biaya ongkir menjadi lebih fleksibel.
Beberapa marketplace juga menawarkan fitur gratis ongkir dengan syarat tertentu, yang dapat dimanfaatkan oleh penjual untuk menarik lebih banyak pembeli.
e. Menggabungkan Pesanan dalam Satu Pengiriman
Jika pelanggan membeli beberapa produk dalam satu transaksi, penggabungan pesanan dapat menghemat ongkos kirim. Strategi ini sering disebut sebagai consolidated shipping dan dapat mengurangi jumlah paket yang dikirim, sehingga biaya logistik lebih efisien.
Beberapa brand e-commerce besar menggunakan strategi ini dengan memberi insentif bagi pelanggan yang membeli dalam jumlah besar, seperti diskon tambahan atau gratis ongkir jika mencapai batas pembelian tertentu.
f. Memanfaatkan Titik Pengambilan (Pickup Point) atau COD
Beberapa ekspedisi menyediakan layanan titik pengambilan barang di lokasi strategis yang lebih murah dibandingkan pengiriman langsung ke alamat pelanggan. Selain itu, metode Cash on Delivery (COD) juga bisa mengurangi biaya logistik jika dikelola dengan baik.
Marketplace seperti Shopee dan Tokopedia sering bekerja sama dengan ekspedisi untuk menyediakan pickup point yang memudahkan pelanggan sekaligus menekan ongkos kirim.
g. Menyesuaikan Harga Produk dengan Subsidi Ongkir
Strategi lain yang bisa diterapkan adalah dengan menaikkan sedikit harga produk dan menawarkan subsidi ongkir. Misalnya, jika ongkir rata-rata Rp20.000, maka penjual bisa menaikkan harga barang Rp5.000 – Rp10.000 dan memberikan diskon ongkir sebagian. Cara ini membuat pelanggan merasa lebih diuntungkan dan tidak terbebani biaya pengiriman yang tinggi.
h. Menggunakan Layanan Kurir Lokal untuk Pengiriman dalam Kota
Untuk pengiriman dalam kota, penjual bisa memanfaatkan layanan kurir lokal seperti Gojek, GrabExpress, atau Lalamove yang sering kali lebih murah dibandingkan ekspedisi nasional. Kurir lokal juga menawarkan fleksibilitas waktu pengiriman yang lebih cepat dengan biaya yang lebih rendah.
3. Dampak Pengurangan Ongkir terhadap Kepuasan Pelanggan
Menekan biaya pengiriman bukan berarti mengorbankan kualitas layanan. Justru, jika strategi ini diterapkan dengan baik, kepuasan pelanggan dapat meningkat karena:
- Harga total belanja lebih terjangkau.
- Opsi pengiriman lebih fleksibel sesuai kebutuhan pelanggan.
- Waktu pengiriman tetap optimal dengan pemilihan ekspedisi yang tepat.
- Produk tetap aman dengan pengemasan yang efisien tetapi tetap berkualitas.
Pelanggan yang merasa puas dengan ongkir yang wajar dan layanan yang baik cenderung lebih loyal dan melakukan repeat order, yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan bisnis.
Kesimpulan
Mengurangi ongkos kirim tanpa mengorbankan kualitas layanan memerlukan strategi yang cermat. Beberapa cara yang dapat diterapkan meliputi kerja sama dengan ekspedisi, penggunaan fulfillment service, optimasi kemasan, serta menawarkan berbagai opsi pengiriman kepada pelanggan. Dengan menerapkan strategi yang tepat, bisnis online dapat meningkatkan efisiensi logistik dan memberikan pengalaman berbelanja yang lebih baik bagi pelanggan.