Bagaimana Cara Menghindari Penipuan yang Mengatasnamakan Jasa Ekspedisi?

Bagikan ke

Penipuan yang mengatasnamakan jasa ekspedisi semakin marak terjadi, terutama dengan meningkatnya transaksi online dan layanan pengiriman barang. Modus penipuan ini dapat berupa pesan palsu, email phishing, telepon dari pihak yang mengaku sebagai kurir, atau bahkan situs web tiruan yang menyerupai layanan ekspedisi resmi. Jika tidak berhati-hati, pelanggan bisa menjadi korban kehilangan uang atau informasi pribadi.

Menurut data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), kasus penipuan berbasis digital meningkat 30% pada tahun 2023, dengan sebagian besar kasus melibatkan modus penipuan paket palsu. Oleh karena itu, penting bagi pengguna layanan ekspedisi untuk memahami cara menghindari risiko ini.

Salah satu modus yang sering digunakan adalah SMS atau WhatsApp dari nomor tidak dikenal yang menginformasikan adanya paket tertahan. Pesan tersebut biasanya berisi tautan yang mengarahkan korban ke situs web palsu yang meminta data pribadi atau pembayaran tertentu. JNE, J&T, SiCepat, dan ekspedisi besar lainnya telah menegaskan bahwa mereka tidak pernah meminta pembayaran tambahan melalui pesan pribadi.

Selain itu, banyak pelanggan menerima telepon dari orang yang mengaku sebagai kurir yang menyatakan bahwa paket mereka membutuhkan pembayaran tambahan sebelum bisa dikirimkan. Jika diminta untuk melakukan transfer ke rekening pribadi, ini hampir pasti adalah bentuk penipuan. Jasa ekspedisi resmi hanya akan mengenakan biaya tambahan melalui saluran resmi atau aplikasi marketplace tempat pembelian dilakukan.

Terdapat juga modus situs web palsu yang meniru halaman pelacakan resmi. Penipu sering menggunakan nama domain yang mirip dengan situs asli, tetapi dengan perbedaan kecil, seperti “jne-expres.com” alih-alih “jne.co.id”. Saat pengguna memasukkan nomor resi atau informasi pribadi, data tersebut bisa disalahgunakan untuk aksi kejahatan lainnya.

Untuk menghindari menjadi korban penipuan yang mengatasnamakan jasa ekspedisi, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  1. Periksa Nomor Resi di Situs Resmi – Jangan pernah mengeklik tautan yang dikirimkan melalui pesan, tetapi cek langsung di situs resmi ekspedisi.
  2. Hati-Hati dengan Permintaan Pembayaran Tambahan – Jika ada permintaan biaya tambahan, hubungi layanan pelanggan resmi ekspedisi terkait untuk konfirmasi.
  3. Verifikasi Identitas Kurir – Jika menerima telepon dari seseorang yang mengaku sebagai kurir, tanyakan nomor pengiriman atau konfirmasi melalui aplikasi resmi ekspedisi.
  4. Jangan Memberikan Data Pribadi – Hindari memberikan informasi seperti nomor kartu kredit, OTP, atau data pribadi lainnya melalui pesan atau telepon.
  5. Gunakan Aplikasi Resmi – Unduh dan gunakan aplikasi resmi dari ekspedisi untuk melacak paket dan mendapatkan informasi akurat.
  6. Laporkan Jika Terjadi Penipuan – Jika menemukan kasus penipuan, segera laporkan ke pihak ekspedisi, bank terkait, atau Kominfo melalui situs cekrekening.id untuk mencegah korban lainnya.

Masyarakat perlu semakin waspada terhadap berbagai bentuk penipuan digital yang semakin canggih. Dengan selalu melakukan verifikasi melalui jalur resmi dan tidak mudah tergoda oleh pesan mencurigakan, risiko menjadi korban penipuan dapat diminimalkan.

Bagikan ke