7 Cara Mengurangi Return Order Akibat Salah Pengiriman

Bagikan ke

return order

Dalam bisnis online, return order adalah salah satu tantangan terbesar yang bisa menggerus profit tanpa disadari. Terlebih lagi jika return terjadi akibat salah pengiriman—baik itu barang tertukar, varian tidak sesuai, atau alamat yang keliru. Masalah ini bukan hanya menambah biaya logistik, tetapi juga berdampak langsung pada rating toko, kepuasan pelanggan, dan repeat order.

Banyak seller menganggap return sebagai risiko wajar dalam e-commerce. Padahal, sebagian besar kasus return akibat salah pengiriman sebenarnya bisa dicegah dengan sistem operasional yang tepat.

Artikel ini akan membahas secara lengkap penyebab return karena salah kirim, dampaknya terhadap bisnis, serta strategi praktis untuk mengurangi return ]secara signifikan di 2026.


Mengapa Return Order Bisa Merugikan Bisnis?

Sebelum membahas solusi, penting memahami dampak return terhadap bisnis online.

Setiap return menyebabkan:

  • Biaya kirim dua kali (kirim & retur)
  • Potensi barang rusak
  • Penurunan rating toko
  • Waktu operasional terbuang
  • Risiko refund penuh

Menurut pembahasan tentang customer experience dari Shopify, pengalaman pasca pembelian sangat memengaruhi loyalitas pelanggan

Jika pelanggan mengalami return akibat salah pengiriman, kepercayaan mereka terhadap brand bisa menurun drastis.


Penyebab Return Order Akibat Salah Pengiriman

Agar bisa mengurangi return , kita harus memahami akar masalahnya.

1️⃣ Human Error Saat Picking

Kesalahan paling umum adalah salah mengambil produk di gudang.

Penyebabnya:

  • Tata letak gudang tidak rapi
  • Produk mirip disimpan berdekatan
  • Tidak ada sistem pengecekan ganda

Tanpa sistem yang terstruktur, risiko return meningkat.


2️⃣ Tidak Ada Double Check Sebelum Kirim

Banyak seller langsung menutup paket tanpa verifikasi ulang.

Padahal, satu langkah sederhana berupa pengecekan ulang bisa menurunkan return secara signifikan.


3️⃣ Kesalahan Input Data

Kesalahan pada:

  • Varian warna
  • Ukuran
  • Jumlah barang

Dapat menyebabkan pelanggan menerima produk yang tidak sesuai.


4️⃣ Manajemen Stok Tidak Akurat

Jika stok tidak sinkron dengan marketplace, seller bisa salah kirim karena data tidak update.

Konsep inventory management yang baik

Manajemen stok yang rapi membantu mengurangi risiko return akibat kesalahan data.


5️⃣ Label dan Resi Tertukar

Dalam volume besar, label yang tertukar adalah penyebab klasik return .

Tanpa sistem scanning atau verifikasi barcode, risiko ini semakin tinggi.


Dampak Return Order terhadap Profit

Banyak seller hanya melihat return sebagai satu transaksi gagal. Padahal dampaknya lebih luas.

Contoh kerugian sederhana:

  • Ongkir kirim: Rp20.000
  • Ongkir retur: Rp20.000
  • Packing ulang: Rp5.000
  • Potensi diskon kompensasi: Rp10.000

Total kerugian bisa mencapai Rp55.000 hanya dari satu return.

Jika terjadi 50 kali dalam sebulan, kerugian bisa jutaan rupiah.

Selain itu, return juga berdampak pada reputasi dan algoritma marketplace.


Strategi Efektif Mengurangi Return Order

Berikut langkah konkret yang bisa diterapkan untuk mengurangi return akibat salah pengiriman.


1️⃣ Terapkan Sistem Pick & Pack Terstruktur

Gunakan metode:

  • Rak berdasarkan SKU
  • Kode unik setiap produk
  • Label lokasi penyimpanan

Dengan sistem ini, risiko salah ambil barang berkurang drastis.


2️⃣ Terapkan Double Check Sebelum Kirim

SOP sederhana:

  1. Picker mengambil barang
  2. Packer melakukan pengecekan ulang
  3. Cocokkan dengan invoice
  4. Baru tutup paket

Double check adalah langkah kecil dengan dampak besar dalam mengurangi return.


3️⃣ Gunakan Barcode atau QR Code System

Sistem barcode membantu memastikan produk yang dipindai sesuai dengan pesanan.

Keuntungan:

  • Mengurangi human error
  • Mempercepat verifikasi
  • Meningkatkan akurasi pengiriman

Untuk bisnis yang mulai scale, sistem ini sangat penting.


4️⃣ Gunakan Order Management System (OMS)

OMS membantu menyatukan semua pesanan dari berbagai channel.

Manfaat OMS dalam mengurangi return order:

  • Menghindari salah input manual
  • Sinkronisasi stok real-time
  • Mengurangi risiko overselling

Sistem terintegrasi sangat penting dalam supply chain modern. Anda bisa membaca konsepnya di Investopedia


5️⃣ Pisahkan Produk Mirip

Jika memiliki produk dengan kemasan mirip:

  • Simpan di lokasi berbeda
  • Gunakan label besar
  • Tambahkan penanda warna

Langkah sederhana ini bisa menurunkan return order akibat salah varian.


6️⃣ Evaluasi Data Return Order Secara Berkala

Buat laporan bulanan:

  • Jumlah return order
  • Penyebab utama
  • Produk yang paling sering salah kirim

Dari data tersebut, Anda bisa memperbaiki sistem secara spesifik.


7️⃣ Latih Tim Gudang Secara Rutin

Kesalahan sering terjadi karena kurangnya pelatihan.

Pastikan tim memahami:

  • SOP picking
  • Proses double check
  • Pentingnya akurasi pengiriman

Tim yang terlatih akan lebih disiplin dan teliti.


Peran Teknologi dalam Mengurangi Return Order

Di 2026, penggunaan teknologi bukan lagi pilihan.

Beberapa tools yang membantu:

  • Warehouse Management System (WMS)
  • Barcode scanning system
  • Dashboard monitoring pengiriman
  • Sistem fulfillment profesional

Dengan sistem otomatis, risiko return order bisa ditekan hingga 40–60%.


Bagaimana Jika Return Order Tetap Terjadi?

Meskipun sudah optimal, return order tetap bisa terjadi.

Langkah penanganan yang tepat:

  1. Respons cepat ke pelanggan
  2. Berikan solusi jelas
  3. Evaluasi internal
  4. Perbaiki SOP

Penanganan yang baik dapat mencegah rating turun meskipun terjadi return order.


Strategi Jangka Panjang untuk Meminimalkan Return Order

Agar return order terus menurun, lakukan:

  • Audit operasional setiap 3 bulan
  • Evaluasi performa tim gudang
  • Upgrade sistem jika volume meningkat
  • Gunakan fulfillment jika order tinggi

Semakin terstruktur sistem logistik Anda, semakin kecil risiko return order.


Kesimpulan

Return order akibat salah pengiriman bukan sekadar kesalahan kecil, tetapi ancaman nyata bagi profit dan reputasi bisnis.

Penyebab utama return order meliputi:

  • Human error picking
  • Tidak ada double check
  • Kesalahan input data
  • Manajemen stok buruk
  • Label tertukar

Untuk mengurangi return order, seller perlu:

  • SOP pick & pack yang jelas
  • Sistem barcode atau scanning
  • Order management terintegrasi
  • Evaluasi rutin data return
  • Pelatihan tim

Dalam bisnis online modern, akurasi pengiriman adalah fondasi kepercayaan pelanggan. Semakin rendah return order, semakin tinggi peluang repeat order dan pertumbuhan jangka panjang.

BACA ARTIKEL LAINNYA DISINI!

Bagikan ke