Ongkir Flat vs Ongkir Reguler di Tahun 2025: Mana yang Lebih Menguntungkan?

Bagikan ke

Ongkir Flat

Pendahuluan

Dalam bisnis online, biaya pengiriman atau ongkos kirim (ongkir) memainkan peran penting dalam memengaruhi keputusan pelanggan. Ada dua sistem utama dalam menentukan ongkir, yaitu ongkir flat dan ongkir reguler Setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, tergantung pada jenis bisnis dan strategi yang digunakan.

Pada artikel ini, kita akan membahas perbedaan antara ongkir flat dan ongkir dinamis, keuntungan serta kekurangannya, serta bagaimana memilih sistem ongkir yang paling menguntungkan untuk bisnis Anda.

Apa Itu Ongkir Flat?

Ongkir flat adalah sistem pengiriman di mana biaya pengiriman tetap atau standar, tidak bergantung pada lokasi pelanggan atau berat barang yang dikirim. Sebagai contoh, pelanggan yang berada di kota yang sama dengan gudang pengiriman akan membayar ongkir yang sama dengan pelanggan yang berada di luar kota.

Keuntungan Ongkir Flat

  1. Transparansi Harga
    • Pelanggan dapat mengetahui ongkos kirim dengan pasti tanpa kejutan biaya tambahan.
    • Membantu meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap bisnis.
  2. Kesederhanaan dalam Perhitungan
    • Bisnis tidak perlu menghitung ongkir berdasarkan zona atau jarak.
    • Proses checkout lebih mudah karena pelanggan langsung mengetahui total biaya belanja mereka.
  3. Meningkatkan Konversi Penjualan
    • Banyak pelanggan cenderung menyukai ongkir yang tetap, terutama jika harganya kompetitif.
    • Mengurangi angka keranjang belanja yang ditinggalkan karena biaya pengiriman tidak terduga.
  4. Cocok untuk Produk dengan Ukuran dan Berat Seragam
    • Jika produk yang dijual memiliki berat yang tidak jauh berbeda, ongkir flat bisa menjadi solusi praktis.
  5. Strategi Pemasaran yang Menarik
    • Bisa digunakan dalam promo seperti “Beli 2 Gratis Ongkir” atau “Flat Ongkir Rp10.000 ke Seluruh Indonesia” untuk menarik lebih banyak pelanggan.

Kekurangan Ongkir Flat

  1. Potensi Rugi untuk Pengiriman Jarak Jauh
    • Jika pelanggan berada di lokasi terpencil, ongkir yang ditetapkan mungkin lebih rendah dari biaya sebenarnya.
    • Bisa mengurangi margin keuntungan jika bisnis menanggung selisih ongkir.
  2. Tidak Cocok untuk Produk dengan Variasi Berat yang Besar
    • Jika bisnis menjual produk dengan berat yang sangat bervariasi, bisa jadi pelanggan membayar lebih murah atau lebih mahal dari ongkir seharusnya.
  3. Kurang Fleksibel dalam Menyesuaikan Biaya Pengiriman
    • Saat ada perubahan tarif dari pihak ekspedisi, bisnis mungkin kesulitan untuk langsung menyesuaikan ongkir.

Baca Juga : Bisnis Sustainable dan Slow Living: Hubungan yang Saling Menguatkan

Apa Itu Ongkir Reguler?

Ongkir dinamis adalah sistem pengiriman di mana biaya pengiriman ditentukan berdasarkan berbagai faktor, seperti lokasi pelanggan, berat barang, dimensi paket, dan jasa ekspedisi yang digunakan. Biaya pengiriman ini akan dihitung secara otomatis saat pelanggan melakukan checkout.

Keuntungan Ongkir Reguler

  1. Lebih Akurat dan Adil
    • Pelanggan hanya membayar ongkir sesuai dengan berat dan lokasi mereka.
    • Bisnis tidak perlu khawatir rugi akibat biaya pengiriman yang tidak terduga.
  2. Lebih Fleksibel untuk Berbagai Jenis Produk
    • Jika bisnis memiliki variasi produk dengan berat dan ukuran yang berbeda-beda, sistem ini lebih sesuai.
  3. Mendukung Opsi Pengiriman Berbeda
    • Pelanggan bisa memilih layanan ekspedisi yang mereka inginkan, misalnya pengiriman reguler, ekspres, atau same-day delivery.
  4. Menghindari Kerugian untuk Bisnis
    • Karena ongkir dihitung sesuai dengan biaya sebenarnya, bisnis tidak perlu menanggung selisih ongkir yang terlalu besar.
  5. Cocok untuk Bisnis Skala Besar atau Internasional
    • Jika bisnis menjual produk ke berbagai daerah atau bahkan luar negeri, sistem ongkir dinamis lebih efisien dalam menyesuaikan tarif pengiriman.

Kekurangan Ongkir Reguler

  1. Pelanggan Bisa Terkejut dengan Biaya Pengiriman
    • Jika ongkir terlalu tinggi, pelanggan bisa batal checkout dan mencari alternatif lain.
    • Beberapa pelanggan lebih suka harga total yang sudah pasti termasuk ongkir.
  2. Lebih Kompleks dalam Implementasi
    • Bisnis harus mengintegrasikan sistem perhitungan ongkir otomatis dengan berbagai ekspedisi.
    • Membutuhkan teknologi tambahan seperti plugin atau API dari jasa pengiriman.
  3. Berpotensi Mengurangi Tingkat Konversi
    • Jika pelanggan melihat ongkir yang mahal saat checkout, mereka mungkin mengabaikan keranjang belanja mereka.

Mana yang Lebih Menguntungkan untuk Bisnis Online?

Pemilihan antara ongkir flat dan ongkir dinamis tergantung pada beberapa faktor, seperti jenis produk, target pasar, dan strategi bisnis. Berikut adalah beberapa pertimbangan yang bisa membantu Anda menentukan metode yang paling sesuai:

Gunakan Ongkir Flat Jika:

  • Bisnis Anda menjual produk dengan ukuran dan berat yang hampir sama.
  • Ingin menawarkan transparansi harga yang lebih tinggi kepada pelanggan.
  • Fokus pada strategi pemasaran seperti gratis ongkir atau promo ongkir tetap.
  • Target pasar Anda lebih suka harga yang sudah pasti tanpa perubahan mendadak.

Gunakan Ongkir Reguler Jika:

  • Produk yang Anda jual memiliki variasi berat dan dimensi yang besar.
  • Menjual ke berbagai lokasi dengan perbedaan ongkos kirim yang signifikan.
  • Ingin menawarkan opsi pengiriman yang lebih fleksibel kepada pelanggan.
  • Menghindari risiko kehilangan margin keuntungan akibat biaya pengiriman yang tidak menentu.

Kombinasi Ongkir Flat dan Dinamis

Beberapa bisnis mengadopsi kombinasi kedua sistem untuk mendapatkan keuntungan dari masing-masing metode. Contohnya:

  • Flat Ongkir untuk Wilayah Tertentu: Misalnya, menetapkan ongkir flat untuk pengiriman dalam satu kota atau provinsi tertentu, sementara ongkir dinamis digunakan untuk pengiriman ke luar wilayah tersebut.
  • Gratis Ongkir dengan Syarat Minimum Belanja: Misalnya, jika pelanggan belanja lebih dari Rp 200.000, mereka mendapatkan ongkir flat atau bahkan gratis ongkir.
  • Ongkir Flat untuk Produk Ringan, Ongkir Reguler untuk Produk Berat: Jika bisnis menjual barang dengan bobot yang bervariasi, metode ini bisa membantu mengelola biaya pengiriman dengan lebih efisien.

Kesimpulan

Baik ongkir flat maupun ongkir reguler memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Pemilihan metode ongkir yang paling menguntungkan tergantung pada jenis bisnis, karakteristik produk, serta preferensi pelanggan.

Jika ingin menarik lebih banyak pelanggan dengan harga pengiriman yang pasti, ongkir flat bisa menjadi pilihan terbaik. Namun, jika bisnis Anda menjual produk dengan variasi berat yang luas dan ingin lebih fleksibel dalam menentukan biaya pengiriman, ongkir reguler adalah solusi yang lebih sesuai.

Mengombinasikan kedua metode juga bisa menjadi strategi yang efektif agar bisnis tetap kompetitif dan mengoptimalkan keuntungan. Pastikan untuk terus mengevaluasi kebijakan ongkir Anda berdasarkan feedback pelanggan dan perkembangan bisnis.

Semoga artikel ini membantu Anda memilih metode ongkir terbaik untuk bisnis online Anda! 🚀

Bagikan ke