Pengiriman lintas negara merupakan aspek krusial dalam perdagangan global. Baik bagi bisnis besar maupun usaha kecil yang ingin memperluas jangkauan pasarnya, pengiriman internasional membuka peluang baru tetapi juga menghadirkan tantangan tersendiri. Biaya tinggi, proses bea cukai yang kompleks, waktu pengiriman yang lama, dan risiko barang rusak atau hilang adalah beberapa kendala yang sering dihadapi.
Namun, dengan strategi yang tepat, pengiriman lintas negara dapat dioptimalkan agar lebih efisien dan terjangkau. Artikel ini membahas faktor-faktor yang mempengaruhi pengiriman internasional serta cara-cara untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya.
Faktor yang Mempengaruhi Efisiensi dan Biaya Pengiriman Internasional
1. Biaya Pengiriman yang Beragam
Biaya pengiriman internasional bervariasi tergantung pada berat barang, ukuran paket, jarak tujuan, metode transportasi, dan biaya tambahan seperti pajak impor atau bea cukai. Pengirim perlu memahami faktor-faktor ini untuk mengelola biaya dengan lebih baik.
Contoh: Pengiriman barang dari Indonesia ke Amerika Serikat melalui udara bisa memakan biaya lebih tinggi dibandingkan pengiriman ke negara tetangga seperti Malaysia atau Singapura.
2. Regulasi Bea Cukai yang Berbeda-beda
Setiap negara memiliki peraturan sendiri mengenai barang yang boleh diimpor, tarif pajak yang dikenakan, serta dokumen yang diperlukan. Kesalahan dalam dokumen atau kesalahan klasifikasi barang dapat menyebabkan keterlambatan atau bahkan penolakan barang di perbatasan.
Contoh: Produk kosmetik yang dikirim ke Uni Eropa harus mematuhi regulasi keamanan yang ketat, sementara pengiriman barang elektronik ke Amerika Serikat harus memenuhi standar FCC (Federal Communications Commission).
3. Waktu Pengiriman yang Tidak Selalu Konsisten
Pengiriman internasional biasanya memakan waktu lebih lama dibandingkan pengiriman domestik. Lamanya pengiriman dipengaruhi oleh jarak, metode transportasi, dan pemeriksaan bea cukai.
Contoh: Pengiriman barang melalui laut dari Indonesia ke Eropa bisa memakan waktu 30–45 hari, sementara melalui udara hanya membutuhkan 5–7 hari.
4. Risiko Kerusakan atau Kehilangan Barang
Semakin jauh perjalanan barang, semakin tinggi pula risikonya. Barang bisa rusak akibat penanganan yang tidak tepat atau tertunda karena pemeriksaan tambahan di pelabuhan atau bandara.
Contoh: Pengiriman barang pecah belah seperti keramik atau kaca harus dikemas dengan lapisan pelindung tambahan agar tidak pecah selama transit.
Cara Mengoptimalkan Pengiriman Lintas Negara
1. Memilih Jasa Ekspedisi yang Tepat
- Gunakan jasa ekspedisi internasional terpercaya seperti DHL, FedEx, UPS, atau Pos Indonesia untuk memastikan layanan berkualitas.
- Bandingkan harga dan layanan dari beberapa ekspedisi sebelum memilih yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis.
- Pilih layanan pengiriman yang menyediakan fitur pelacakan (tracking) real-time untuk memastikan barang dalam perjalanan yang aman.
Contoh: Pengusaha e-commerce dapat menggunakan DHL Express untuk pengiriman cepat ke Eropa, sementara untuk pengiriman dalam jumlah besar ke Asia bisa menggunakan CMA CGM (pengiriman laut).
2. Memilih Metode Pengiriman yang Sesuai
- Pengiriman Udara: Cocok untuk barang ringan dan bernilai tinggi, tetapi biayanya lebih mahal.
- Pengiriman Laut: Lebih ekonomis untuk pengiriman dalam jumlah besar, meskipun membutuhkan waktu lebih lama.
- Pengiriman Darat: Ideal untuk pengiriman ke negara tetangga dalam satu kawasan seperti ASEAN atau Uni Eropa.
Contoh: Perusahaan mode yang menjual pakaian premium mungkin lebih memilih pengiriman udara agar barang cepat sampai dan tetap dalam kondisi terbaik.
3. Mengurangi Biaya dengan Konsolidasi Pengiriman
- Menggabungkan beberapa pesanan dalam satu pengiriman dapat menghemat biaya transportasi.
- Gunakan layanan freight forwarding, di mana perusahaan pengiriman mengumpulkan paket dari berbagai pengirim untuk dikirim bersama dalam satu kontainer.
- Cari opsi free trade zones untuk menghindari pajak impor di beberapa negara tertentu.
Contoh: Amazon menggunakan pusat distribusi global untuk mengelola pengiriman ke berbagai negara dengan lebih efisien.
4. Memastikan Kepatuhan terhadap Regulasi Bea Cukai
- Pastikan dokumen seperti Commercial Invoice, Packing List, dan Bill of Lading sudah lengkap dan sesuai dengan regulasi negara tujuan.
- Gunakan kode HS (Harmonized System) yang benar untuk menghindari denda atau keterlambatan akibat kesalahan klasifikasi barang.
- Manfaatkan perjanjian perdagangan bebas (Free Trade Agreement/FTA) untuk mendapatkan tarif pajak yang lebih rendah atau bebas bea masuk.
Contoh: Produk elektronik dari Indonesia yang dikirim ke Australia bisa mendapat tarif pajak lebih rendah karena perjanjian perdagangan antara kedua negara.
5. Menggunakan Kemasan yang Tahan Lama dan Ramah Lingkungan
- Gunakan bahan kemasan berkualitas tinggi untuk melindungi barang dari benturan atau perubahan suhu ekstrem.
- Pastikan kemasan memenuhi standar internasional agar tidak ditolak saat pemeriksaan bea cukai.
- Pertimbangkan penggunaan kemasan ramah lingkungan untuk menarik pelanggan yang peduli dengan keberlanjutan.
Contoh: Apple menggunakan kemasan berbahan daur ulang untuk produk mereka agar lebih ramah lingkungan dan mengurangi biaya pengemasan.
6. Menawarkan Berbagai Opsi Pengiriman kepada Pelanggan
- Sediakan pilihan pengiriman standar (lebih murah, tetapi lebih lama) dan ekspres (lebih cepat, tetapi lebih mahal).
- Berikan opsi gratis ongkir untuk pembelian dalam jumlah besar guna meningkatkan daya tarik bisnis.
- Gunakan model dropshipping, di mana barang dikirim langsung dari pemasok ke pelanggan, untuk mengurangi biaya penyimpanan dan distribusi.
Contoh: Bisnis dropshipping sering menggunakan AliExpress Standard Shipping untuk menghemat biaya pengiriman ke berbagai negara.
7. Memanfaatkan Teknologi dalam Pengiriman Global
- Sistem otomatisasi pengiriman dapat mempercepat pengelolaan pesanan dan mengurangi kesalahan input.
- AI dan big data dapat digunakan untuk menganalisis jalur pengiriman terbaik dan mengoptimalkan biaya logistik.
- Blockchain dapat meningkatkan transparansi dan keamanan dalam rantai pasokan.
Contoh: Amazon dan Alibaba menggunakan AI untuk memperkirakan waktu pengiriman dan mengoptimalkan rute logistik guna meningkatkan efisiensi.
Kesimpulan
Pengiriman lintas negara bisa menjadi tantangan, tetapi dengan strategi yang tepat, bisnis dapat mengoptimalkan efisiensi dan mengurangi biaya. Pemilihan jasa ekspedisi yang andal, pemahaman regulasi bea cukai, penggunaan teknologi, serta strategi pengemasan dan pengelolaan inventaris yang baik dapat memperlancar proses pengiriman global. Dengan menerapkan langkah-langkah ini, bisnis dapat menjangkau pasar internasional dengan lebih mudah dan meningkatkan kepuasan pelanggan.