Apakah Makanan Perlu Dikirim dengan Bubble Wrap? Ini Penjelasannya!

Bagikan ke

Bubble wrap sering digunakan dalam pengemasan untuk melindungi barang dari benturan dan tekanan. Namun, apakah makanan juga perlu dikemas dengan bubble wrap agar aman saat dikirim? Dalam pengiriman makanan, terutama yang mudah hancur atau bocor, perlindungan ekstra sangat penting untuk memastikan produk sampai dalam kondisi baik. Artikel ini akan membahas kapan bubble wrap diperlukan dalam pengemasan makanan, kelebihan dan kekurangannya, serta alternatif bahan pelindung lainnya.


1. Kapan Makanan Perlu Dikirim dengan Bubble Wrap?

Bubble wrap tidak selalu diperlukan untuk setiap jenis makanan. Namun, ada beberapa situasi di mana penggunaannya sangat disarankan, antara lain:

  • Makanan dalam kemasan kaca atau botol
    Contohnya madu, saus, dan selai. Bubble wrap membantu meredam benturan agar tidak pecah.
  • Makanan rapuh seperti kue kering dan kerupuk
    Lapisan bubble wrap bisa mencegah tekanan langsung yang bisa menyebabkan makanan hancur.
  • Makanan dalam kotak kardus tipis
    Beberapa makanan dikemas dalam kardus tipis yang mudah penyok, sehingga perlu tambahan bubble wrap untuk perlindungan ekstra.
  • Pengiriman dalam jumlah besar
    Jika makanan dikirim dalam jumlah besar dan ditumpuk dengan paket lain, bubble wrap bisa mencegah tekanan yang berlebihan.

2. Kelebihan Penggunaan Bubble Wrap untuk Pengiriman Makanan

Menggunakan bubble wrap dalam pengemasan makanan memiliki beberapa manfaat, di antaranya:

  • Melindungi dari benturan dan guncangan
    Busa udara dalam bubble wrap menyerap guncangan, sehingga makanan tetap aman meskipun terkena getaran selama pengiriman.
  • Mencegah tekanan berlebih
    Bubble wrap mengurangi risiko makanan hancur akibat tertindih oleh paket lain.
  • Ringan dan fleksibel
    Bubble wrap tidak menambah berat paket secara signifikan dan dapat dibentuk sesuai dengan ukuran makanan yang dikemas.
  • Tahan air dan kelembaban
    Jika digunakan sebagai lapisan luar, bubble wrap bisa membantu melindungi makanan dari cipratan air atau kelembaban.

3. Kekurangan Penggunaan Bubble Wrap dalam Pengemasan Makanan

Meskipun memiliki banyak keunggulan, bubble wrap juga memiliki beberapa kekurangan, seperti:

  • Kurang ramah lingkungan
    Sebagian besar bubble wrap berbahan plastik yang sulit terurai. Jika ingin lebih ramah lingkungan, pilih bubble wrap yang bisa didaur ulang.
  • Tidak sepenuhnya melindungi dari suhu ekstrem
    Bubble wrap tidak cukup efektif untuk menjaga suhu makanan, sehingga masih perlu tambahan insulasi jika mengirim makanan beku atau panas.
  • Bisa menyulitkan pembukaan paket
    Jika terlalu banyak menggunakan bubble wrap, penerima mungkin kesulitan membuka kemasan dengan cepat.

4. Alternatif Pengganti Bubble Wrap dalam Pengemasan Makanan

Jika ingin mengurangi penggunaan plastik, ada beberapa alternatif bahan pelindung lain yang bisa digunakan:

  • Kertas kraft atau karton bergelombang – Cocok untuk makanan yang tidak terlalu rapuh tetapi membutuhkan perlindungan tambahan.
  • Busa polietilen – Lebih fleksibel daripada bubble wrap dan lebih efektif dalam meredam benturan.
  • Serpihan kemasan biodegradable – Terbuat dari pati jagung atau kertas daur ulang, lebih ramah lingkungan daripada bubble wrap plastik.
  • Kotak kardus tebal dengan sekat tambahan – Bisa digunakan untuk menggantikan bubble wrap dalam melindungi makanan dalam kemasan kaca atau rapuh.

5. Kesimpulan

Bubble wrap sangat berguna dalam pengemasan makanan yang mudah pecah atau hancur, seperti makanan dalam botol kaca, kue kering, dan kerupuk. Namun, penggunaannya perlu dipertimbangkan berdasarkan jenis makanan, metode pengiriman, dan kebutuhan perlindungan lainnya. Jika memungkinkan, alternatif kemasan yang lebih ramah lingkungan bisa menjadi pilihan yang lebih berkelanjutan.

Bagikan ke