Apa Itu Business Pivot dan Kapan Waktu yang Tepat untuk Melakukannya?

Bagikan ke

Pendahuluan

Di dunia bisnis yang terus berubah, kemampuan untuk beradaptasi adalah kunci keberhasilan. Salah satu strategi yang digunakan perusahaan untuk beradaptasi dengan kondisi pasar atau perubahan internal adalah business pivot. Pivot bisnis merupakan langkah strategis yang diambil oleh perusahaan untuk mengubah model bisnis mereka dengan tujuan meningkatkan peluang dan merespons tantangan atau perubahan pasar. Artikel ini akan menjelaskan apa itu business pivot, alasan mengapa perusahaan melakukannya, dan kapan waktu yang tepat untuk melakukan pivot.

Apa Itu Business Pivot?

Business pivot adalah perubahan strategis dalam arah perusahaan yang mengubah produk, layanan, model bisnis, atau fokus pasar untuk menyesuaikan diri dengan perubahan kondisi atau untuk mencari peluang yang lebih baik. Pivot bisa melibatkan perubahan besar dalam strategi atau bisa berupa perubahan kecil yang lebih fokus pada perbaikan aspek tertentu dalam bisnis.

Pivot tidak selalu berarti mengganti seluruh model bisnis, tetapi bisa juga berarti mengubah arah atau pendekatan untuk menghadapi tantangan pasar atau memperbaiki performa perusahaan. Pivot umumnya dilakukan untuk mengatasi masalah yang muncul dalam pengembangan produk atau untuk memperkenalkan solusi baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Mengapa Perusahaan Melakukan Pivot?

Terdapat berbagai alasan mengapa sebuah perusahaan memutuskan untuk melakukan pivot bisnis. Beberapa alasan utama termasuk:

  1. Perubahan Pasar atau Kebutuhan Konsumen
    Pasar selalu berkembang, dan kebutuhan konsumen dapat berubah dengan cepat. Jika perusahaan gagal mengikuti tren atau merespons permintaan pasar, pivot bisa menjadi solusi untuk memperkenalkan produk atau layanan yang lebih relevan.
  2. Produk yang Tidak Berhasil
    Salah satu alasan umum di balik pivot adalah bahwa produk yang dikembangkan tidak memenuhi harapan atau tidak mendapatkan traction yang cukup di pasar. Dalam hal ini, pivot dilakukan untuk mengubah produk atau fitur tertentu untuk meningkatkan daya tariknya.
  3. Masalah Keuangan atau Pendanaan
    Kadang-kadang, perusahaan memutuskan untuk pivot karena masalah keuangan. Jika model bisnis yang ada tidak menguntungkan atau tidak memberikan arus kas yang cukup, pivot bisa menjadi cara untuk mencari model yang lebih menguntungkan.
  4. Tantangan Kompetisi
    Persaingan yang ketat dalam industri dapat memaksa perusahaan untuk mengubah strategi mereka. Jika pesaing memperoleh keunggulan signifikan, perusahaan mungkin perlu pivot untuk mencari keunggulan kompetitif yang baru.
  5. Kesempatan Pasar yang Baru
    Terkadang, sebuah perusahaan melihat peluang baru yang lebih menguntungkan daripada fokus pasar yang sebelumnya. Dalam hal ini, pivot digunakan untuk memanfaatkan peluang ini, seperti masuk ke pasar yang belum dijamah oleh pesaing.
Jenis-Jenis Business Pivot

Tidak semua pivot bisnis sama. Ada beberapa jenis pivot yang dapat diambil oleh perusahaan, di antaranya:

  1. Pivot Produk
    Ini terjadi ketika perusahaan mengubah produk atau layanan yang mereka tawarkan. Misalnya, sebuah perusahaan teknologi mungkin mengubah fitur utama dari produk perangkat keras mereka untuk lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen.
  2. Pivot Model Bisnis
    Perusahaan bisa mengubah model bisnis mereka, seperti beralih dari model berbasis produk ke model berbasis langganan (subscription-based model). Perubahan ini dapat membantu perusahaan mencapai pendapatan yang lebih stabil dan berulang.
  3. Pivot Fitur atau Fokus
    Ini adalah pivot yang lebih kecil, di mana perusahaan mengubah fokus atau fitur tertentu dari produk atau layanan mereka. Misalnya, sebuah perusahaan aplikasi dapat menambahkan fitur baru untuk menarik lebih banyak pengguna atau meningkatkan kepuasan pengguna.
  4. Pivot Pasar
    Pivot pasar terjadi ketika perusahaan memutuskan untuk mengubah target pasar mereka. Misalnya, sebuah perusahaan yang awalnya menargetkan pasar konsumen individu bisa memutuskan untuk beralih ke pasar bisnis atau B2B.
Kapan Waktu yang Tepat untuk Melakukan Pivot?

Meskipun pivot bisa menjadi langkah yang cerdas untuk bisnis, melakukannya pada waktu yang tepat sangat penting. Berikut adalah beberapa indikator yang menunjukkan waktu yang tepat untuk melakukan pivot:

  1. Ketika Produk Tidak Mendapatkan Traction di Pasar
    Jika produk yang Anda tawarkan tidak mendapatkan respons yang cukup dari konsumen, atau penjualannya tidak sesuai harapan, ini bisa menjadi tanda bahwa Anda perlu melakukan pivot untuk mencari solusi yang lebih menarik.
  2. Ketika Ada Perubahan Besar dalam Tren Pasar
    Pasar dan tren konsumen dapat berubah dengan cepat. Jika ada pergeseran besar dalam perilaku konsumen atau teknologi, ini mungkin saat yang tepat untuk mempertimbangkan pivot agar bisnis tetap relevan.
  3. Ketika Model Bisnis Tidak Menghasilkan Keuntungan yang Cukup
    Jika model bisnis yang ada tidak menghasilkan pendapatan yang cukup atau arus kas yang stabil, ini adalah saat yang baik untuk mengevaluasi opsi pivot.
  4. Ketika Anda Mendeteksi Masalah dalam Pengalaman Pengguna
    Jika pelanggan mulai meninggalkan produk atau layanan Anda, atau memberikan umpan balik negatif yang konsisten, ini adalah indikasi kuat bahwa bisnis perlu melakukan pivot untuk memenuhi ekspektasi pengguna.
  5. Ketika Anda Menemukan Peluang Pasar Baru yang Menjanjikan
    Terkadang, sebuah peluang pasar baru muncul yang lebih menguntungkan daripada pasar yang Anda tuju sebelumnya. Jika peluang ini cukup menjanjikan, pivot untuk mengejar peluang baru bisa menjadi langkah yang bijak.
Contoh Sukses Business Pivot

Beberapa perusahaan besar yang melakukan pivot bisnis dengan sukses adalah:

  1. Netflix
    Netflix awalnya adalah layanan penyewaan DVD, tetapi kemudian pivot menjadi platform streaming digital. Dengan melihat perubahan dalam perilaku konsumen dan teknologi, Netflix berhasil melakukan pivot yang membawa mereka menjadi salah satu perusahaan hiburan terbesar di dunia.
  2. Instagram
    Instagram awalnya adalah aplikasi check-in berbasis lokasi yang bernama Burbn. Namun, setelah melakukan pivot ke aplikasi berbagi foto, Instagram berhasil berkembang pesat dan diakuisisi oleh Facebook.
  3. Slack
    Slack dimulai sebagai alat permainan dalam dunia video game, tetapi pivot menjadi aplikasi komunikasi tim yang sekarang digunakan oleh jutaan perusahaan di seluruh dunia.
Kesimpulan

Business pivot adalah langkah strategis yang penting bagi perusahaan yang ingin bertahan dan berkembang di pasar yang kompetitif. Dengan mengubah produk, model bisnis, atau fokus pasar, perusahaan dapat memanfaatkan peluang baru atau mengatasi tantangan yang ada. Namun, pivot bukanlah keputusan yang mudah dan harus dilakukan dengan pertimbangan yang matang berdasarkan data dan pemahaman pasar. Memahami kapan waktu yang tepat untuk melakukan pivot adalah kunci untuk meraih keberhasilan jangka panjang.

Bagikan ke