Dalam proses distribusi makanan, salah satu tantangan terbesar yang sering dihadapi pelaku usaha kuliner adalah menjaga kualitas produk selama pengiriman. Paparan udara yang berlebihan dapat mempercepat pembusukan, mengubah rasa, serta menurunkan nilai jual produk. Oleh karena itu, memahami cara menghindari makanan terpapar udara saat dikirim dalam kemasan plastik menjadi hal yang sangat krusial, terutama bagi UMKM makanan dan bisnis rumahan.
Udara mengandung oksigen dan mikroorganisme yang dapat memicu oksidasi serta pertumbuhan bakteri. Jika kemasan plastik tidak tepat, makanan berisiko mengalami perubahan tekstur, warna, hingga aroma sebelum sampai ke tangan konsumen.
Mengapa Paparan Udara Sangat Berbahaya bagi Makanan?
Paparan udara pada makanan dapat menyebabkan beberapa masalah serius, antara lain:
- Oksidasi yang membuat makanan cepat tengik
- Penurunan kesegaran akibat kehilangan kelembapan
- Pertumbuhan mikroba yang mempercepat pembusukan
- Perubahan rasa dan aroma yang merugikan kualitas produk
Inilah alasan utama mengapa strategi menghindari makanan terpapar udara harus menjadi prioritas dalam proses pengemasan dan pengiriman.
1. Gunakan Plastik dengan Ketebalan dan Jenis yang Tepat
Tidak semua plastik cocok untuk pengiriman makanan. Pilih plastik food grade seperti:
- Polyethylene (PE)
- Polypropylene (PP)
- Nylon vacuum bag
Plastik yang terlalu tipis mudah bocor dan tidak mampu menahan udara dari luar. Gunakan plastik dengan ketebalan yang cukup agar kemasan tetap rapat selama proses pengiriman, terutama untuk perjalanan jarak jauh.
2. Manfaatkan Teknik Vacuum Sealing
Vacuum sealing adalah salah satu cara paling efektif dan aman untuk menghindari makanan terpapar udara. Teknik ini bekerja dengan mengeluarkan udara dari dalam kemasan sebelum disegel rapat.
Keuntungan vacuum sealing:
- Memperlambat pertumbuhan bakteri
- Menjaga rasa dan tekstur makanan
- Memperpanjang umur simpan produk
Metode ini sangat direkomendasikan untuk makanan basah, daging olahan, makanan beku, dan produk siap saji.
3. Pastikan Proses Penyegelan Benar-Benar Rapat
Kesalahan umum dalam pengemasan makanan adalah proses penyegelan yang tidak sempurna. Segel yang kurang rapat memungkinkan udara masuk secara perlahan tanpa disadari, sehingga kualitas makanan menurun sebelum sampai ke konsumen. Oleh karena itu, proses sealing tidak boleh dianggap sepele. Pastikan:
- Tidak ada lipatan plastik di area segel
- Suhu alat sealer sesuai dengan jenis plastik
- Segel dilakukan dua kali untuk keamanan ekstra
Segel yang rapat menjadi kunci utama dalam menghindari makanan terpapar udara selama pengiriman.
4. Gunakan Double Packaging untuk Perlindungan Ekstra
Untuk jenis makanan yang sensitif terhadap udara dan tekanan, penggunaan double packaging sangat disarankan. Metode ini memberikan lapisan perlindungan tambahan yang membantu menjaga kemasan utama tetap utuh, yaitu:
- Kemasan plastik utama (vacuum atau zip lock)
- Lapisan plastik atau kemasan tambahan di luar
Cara ini membantu mengurangi risiko kebocoran dan masuknya udara akibat tekanan atau benturan selama pengiriman.
5. Tambahkan Oxygen Absorber atau Silica Gel (Jika Aman)
Pada produk makanan kering seperti snack, keripik, atau biskuit, penambahan oxygen absorber dapat menjadi solusi tambahan yang sangat membantu. Oxygen absorber bekerja dengan menyerap sisa oksigen di dalam kemasan yang tidak terbuang saat proses sealing.
. Pastikan bahan ini:
- Food grade
- Tidak bersentuhan langsung dengan makanan
Penggunaan oxygen absorber terbukti efektif dalam menghindari makanan terpapar udara dan menjaga kerenyahan produk.
6. Hindari Ruang Kosong Berlebih dalam Kemasan
Ruang kosong berlebih di dalam kemasan sering kali menjadi sumber masalah yang tidak disadari. Semakin besar ruang kosong, semakin banyak udara yang terperangkap dan berpotensi merusak kualitas makanan.
Gunakan ukuran kemasan yang sesuai dengan volume makanan agar:
- Udara di dalam kemasan dapat diminimalkan
- Produk tidak mudah bergeser selama pengiriman
- Risiko kerusakan akibat gesekan dapat dikurangi
Pengemasan yang presisi membantu menjaga makanan tetap segar hingga diterima konsumen.
7. Perhatikan Suhu Selama Pengiriman
Suhu yang tidak stabil dapat menyebabkan plastik mengembang dan menyusut, sehingga udara masuk ke dalam kemasan. Untuk makanan tertentu, gunakan:
- Insulated bag
- Ice gel atau dry ice (sesuai jenis produk)
Pengendalian suhu berperan penting dalam menjaga segel tetap rapat.

Kesimpulan
Menghindari makanan terpapar udara saat dikirim dalam kemasan plastik bukan hanya soal estetika, tetapi menyangkut kualitas, keamanan, dan kepuasan konsumen. Dengan memilih plastik yang tepat, menerapkan teknik vacuum sealing, memastikan segel rapat, serta menggunakan perlindungan tambahan, risiko kerusakan makanan dapat ditekan secara signifikan.
Bagi pelaku usaha makanan, langkah-langkah ini merupakan investasi cerdas dan strategis untuk menjaga reputasi bisnis dan meningkatkan kepercayaan pelanggan.
Baca Juga Artikel Lainnya! : Pengemasan untuk Pengiriman Darat, Laut, dan Udara





